Halaman

Minggu, 10 Februari 2013

Belajar jadi Baby Sister

Belajar Menjadi Baby Sitter


Ruang belajar berukuran 2 meter x 5 meter itu terlihat sederhana. Hanya empat baris meja-kursi yang mengisinya. Dindingnya terlihat bersih tanpa satu pun aksesori atau poster yang menghiasinya. Di ruangan itulah calon-calon baby sitter dan perawat lansia dilahirkan.
Ruangan tersebut menyatu dengan rumah Marijan (55), pengelola Yayasan Permata Bunda, di Dusun Cangkring, Desa Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul. Selain ruang kelas, juga tersedia empat kamar tidur khusus untuk para siswa dan ruangan praktik. Kami menerapkan pendidikan asrama. Lamanya sekitar tiga bulan, tutur Marijan.
Marijan membuka pelatihan dan Yayasan Baby Sitter tersebut sejak tahun 1997 bersama istrinya. Ia sengaja memilih rumahnya sebagai lokasi kursus karena alasan ekonomi dan ketenangan. Kalau buka di kota, kami harus membayar kontrak tempat. Proses pendidikan juga tidak setenang di rumah sendiri karena di kota terlalu ramai, katanya. Untuk biaya kursus, Marijan mematok tarif Rp 500.000.
Tarif tersebut sudah termasuk biaya makan selama tiga bulan di rumahnya. Bila ada yang menginginkan babysitter atau perawat lansia, Marijan mengenakan biaya administrasi sebesar Rp 250.000. Kalau dihitung-hitung, untung yang diterima Marijan sangat mepet. Meski hasilnya sedikit, saya senang bisa menolong orang lain, ujarnya. Untuk urusan instruktur, Marijan mengajak istrinya.
Ada beberapa materi yang diberikan. Misalnya, untuk baby sitter materinya meliputi Pancasila, perawatan bayi, psikologi anak, kependudukan, serta kesehatan dan gizi. Materi-materi itu dipelajari Marijan dari literatur buku yang dibacanya. Tugas baby sitter bukan hanya memandikan bayi, tetapi juga harus paham soal gizi dan psikologi. Jangan sampai memberi asupan makanan yang keliru kepada anak atau bayi, ucap Marijan.
Meski lokasinya di pelosok desa, tempat kursus tersebut tak pernah sepi peminat. Ada delapan siswa yang saat ini tengah menempuh pendidikan kursus untuk menjadi baby sitter dan perawat lansia. Mereka berasal dari luar kota, seperti Purwodadi, Magelang, dan Purworejo. Menyenangkan Tari (17), remaja asal Purwodadi, mengaku jauh-jauh menempuh pendidikan babysitter ke Bantul karena ingin cepat mendapat pekerjaan. Di kota saya, cari kerja susah. Jadi, saya memilih mengambil kursus ini supaya memiliki keterampilan dan lekas dapat kerja, tuturnya.
Ketertarikan Tari menjadi baby sitter karena ia memang mencintai anak-anak. Baginya, merawat bayi adalah pekerjaan mengasyikkan. Memang merepotkan, tetapi kalau dijalani dengan tulus perasaan kita justru senang, katanya. Sebagai baby sitter, Tari berharap mendapatkan upah layak. Untuk kategori pemula, pengelola Yayasan Baby Sitter menentukan upah minimal bagi baby sitter Rp 550.000 per bulan. Kalau yang sudah mahir, bisa sampai Rp 850.000 per bulan, sedangkan untuk perawat lansia upah minimalnya Rp 650.000 karena tugasnya lebih berat. Ketentuan itu kami tetapkan supaya majikan tidak sewenang-wenang, kata Ratmi, istri Marijan.
Menurut Ratmi, upah minimal baby sitter dan perawat lansia tergolong lumayan. Dari segi permintaan, pihaknya sering kewalahan karena tenaga yang tersedia selalu kurang. Banyak permintaan yang terpaksa kami tolak. Kalau saja banyak yang tertarik mengikuti kursus, mungkin akan semakin banyak tenaga yang tersalurkan, tuturnya. Ratmi menambahkan, pekerjaan sebagai baby sitter dan perawat lansia masih dipandang sebelah mata. Tidak banyak yang meliriknya. Padahal, peluang yang tersedia masih banyak. Kalau saja digarap secara serius, pelatihan seperti ini mungkin bisa mengurangi pengangguran, terutama di Bantul, ucapnya.

Sabtu, 09 Februari 2013

Menjadi Guru Adalah Tantangan Berat

Menjadi Guru Adalah Tantangan Berat

1477899923_5fb736f33cKalau ada yang mengatakan guru adalah profesi yang tidak ada tantangannya, perlu saya tegaskan itu adalah salah besar. Justru menjadi guru adalah sebuah tantangan berat yang harus dilalui dengan penuh kesabaran dan komitmen yang tinggi. Tapi kenapa ada orang yang mengatakan demikian? Mungkin saja yang mereka lihat adalah beberapa guru yang tidak serius dengan profesinya, yang hanya mementingkan diri dan lalai dengan anak didik. Ada ya guru yang seperti itu? Saya kira tidak perlu saya katakan di sini, tapi yang jelas masih banyak guru-guru kita yang benar-benar peduli dengan kemajuan anak didik dan dirinya sendiri.
Terus apa saja tantangan berat seorang guru?
Ada beberapa hal yang menurut saya ini adalah tantangan berat seorang guru.
1.      Tantangan kompetensi
Menjadi seorang guru tidak hanya sekedar lulusan sarjana pendidikan atau magister pendidikan, tapi lebih dari itu ada kompetensi-kompetensi lain yang juga harus di penuhi. Ada empat kompetensi yang harus dikembangkan yaitu kompetensi profesional, paedagogik, individual dan sosial. Menjalankan empat hal tersebut bukan pekerjaan mudah. Kalau hal ini memang benar-benar dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Jadi jangan pernah berpikir menjadi guru sesuatu yang tidak menantang.
2.      Tantangan perubahan zaman
Kalau zaman dulu, guru menjelaskan dengan papan tulis hitam dan kapur, sekarang sudah menggunakan LCD proyektor dan leptop. Kalau dulu informasi diperoleh dari buku, sekarang informasi bisa diakses lebih luas, melalui media internet. Dulu media pembelajaran yang digunakan cukup sederhana, sekarang sudah cukup canggih. Dulu guru tidak bisa komputer tidak masalah, sekarang rasanya setiap guru wajib bisa.
Beberapa hal diatas adalah perubahan yang kaitannya dengan belajar di sekolah. Belum perubahan yang sifatnya lain seperti gaya hidup siswa, kebutuhan masyarakat, dan masih lagi yang lain. Apakah menurut Anda itu bukan tantangan? Kalau menurut saya itu tantangan ayang berat buat guru. Karena guru dipacu untuk bisa menyesuaikan diri dengan perubahan zaman untuk hasil belajar yang terbaik.
3.      Generasi yang bobrok
Coba Anda perhatikan beberapa kejadian akhir-akhir ini di mana banyak kasus-kasus remaja sekolah menguak. Dari tawuran, miras, narkoba, seks bebas dan lain sebagainya. Apakah itu bukan tantangan? Itu adalah tantangan, karena selain orang tua, guru-guru di sekolah sering kali dituding sebagai orang-orang yang tidak becus mengurus  mendidik anak kalau anak-anak didiknya membuat onar atau bikin masalah. Seakan-akan sebagian masyarakat begitu percaya bahwa perilaku buruk anak-anak zaman sekarang diakibatkan karena ketidakmampuan guru dalam mendidik.  Ini tantangan berat. Menghadapi berbagai persoalan anak-anak didik bukan pekerjaan mudah.
4.      Harapan besar masyarakat
Ketika seorang memutuskan menjadi seorang guru, maka sejak saat itu ia telah berkomitmen untuk memikul tanggung jawab kedua dalam mendidik para generasi muda. Mereka meluangkan hampir sebagian besar hidupnya untuk belajar dan mengajar supaya anak didik mereka sukses dalam belajar dan sukses dalam hidup. Bahkan masyarakat percaya bahwa guru-guru di sekolah akan mampu membuat anak-anak mereka menjadi orang sukses. kalau misalnya gagal mereka menghujat kalau gurunya tidak becus mendidik. Apakah hal yang seperti ini mudah? Tidak! Ini sangat sulit buat guru. Guru juga manusia, ia sama dengan orang-orang kebanyakan yang punya masalah, punya kebutuhan. Tapi di lain pihak ia harus menjalankan tugasnya yang menurut saya tugas yang mereka pikul sangat berat.
Keempat hal diatas adalah beberapa tantangan yang menurut saya berat, tentunya masih banyak lagi tantangan-tantangan lain yang tidak saya tuliskan dalam artikel ini.
Catatan:
Opini diatas saya dedikasikan untuk guru-guru yang benar-benar komitmen tinggi dengan profesinya. Kalau Anda melihat hal sebaliknya mungkin yang Anda lihat adalah guru-guru ecek-ecek yang tidak tahu esensi menjadi seorang guru.
Bagaimana menurut Anda? apakah Anda punya pendapat lain? silahkan share pada kolom komentar

Tentang Kami

Tentang Kami

Cafemotivasi.Com adalah situs yang dibangun dengan sebuah visi:
Memotivasi dan menginspirasi siapa saja untuk tetap semangat dan berani dalam menjalani kehidupan serta menghadapi tantangan zaman sehingga mampu mencapai pengembangan diri yang optimal.
Isi dan konten dalam Cafémotivasi.Com sebagian besar adalah hasil karya pribadi dan sebagian lagi adalah hasil karya pihak lain yang menurut penulis sangat bermanfaat dan layak untuk dipublikasikan.
Apabila Anda sebagai pemegang hak cipta atas tulisan atau gambar yang disajikan dalam website  ini merasa berkeberatan untuk ditampilkan dalam website ini, silahkan melapor dalam ruang komentar di bawah dan dengan senang hati penulis akan meng-update tulisan terkait.
Apabila tulisan-tulisan yang tersedia dalam situs ini hendak diposting ulang dalam situs (blog) lain atau dikutip, tentunya penulis akan sangat menghargai jika Anda dapat mencantumkan sumber aslinya. Kendati demikian, sangat dianjurkan untuk tidak digunakan kepentingan penulisan karya ilmiah dan komersil.
Segala komentar yang membangun akan sangat kami harapkan untuk pengembangan situs ini lebih lanjut.

SEKILAS TENTANG PENULIS

Nama saya Rona Binham. Saya adalah seorang pendidik, praktisi presentasi, penulis dan blogger yang lahir pada16 Juni 1985. Saya mengajar, melatih, menulis dan terus berusaha memberikan motivasi dan inspirasi kepada semua orang. Dengan sebuah motto “Orang hebat adalah orang yang hidupnya penuh inspirasi dan menginspirasi.
Saya pernah mengalami masa-masa sulit setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas ditahun 2003. Karena tidak bisa melanjutkan kuliah saya pun bekerja, merantau  ke kota untuk mengadu nasib. Saya bekerja sebagai kuli di Bali, Jakarta dan terakhir di Kudus. Hampir kurang lebih 4 tahun saya mengalami masa-masa sulit. Baru di tahun 2007 saya merasakan adanya pencerahan. Saat itulah saya mulai mengambil keputusan untuk merevolusi hidup. Dan kuliah adalah jalan yang saya pilih. Tapi langkah pertama saya mendaftar kuliah gagal, tapi itu tidak membuat saya patah semangat. Keputusan sudah bulat, hingga saya pun mendaftar di kampus lain dan alhamdulillah saya diterima di Universitas Muria Kudus pada program studi di Bimbingan dan Konseling. Sejak saat itulah saya resmi menjadi mahasiswa.
Saat kuliah saya tidak pernah main-main dalam belajar, sehingga hari-hari dimana saya tidak bekerja banyak saya habiskan untuk membaca buku dan aktif dikegiatan ormas. Belum lama saya kuliah, bos tempat kerja saya bangkrut, dan saya pun tidak punya kos-kosan, sehingga saya pernah tidur di mushola selam 2 bulan. Pokoknya selama awal-awal kuliah sampai semester 3 saya merasakan ujian yang cukup berat.
Alhamdulillah mulai semester 4 saya sudah mulai bisa fokus kuliah, karena banyak tangan-tangan Tuhan yang menolong dan mendukung langkah saya. Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Alhamdulillah jalan semakin mudah di tahun 2011, saya dinyatakan lulus. Dan satu lagi hadiah luar biasa yang diberikan Tuhan adalah saya mendapatkan kesempatan mengajar di Kampus tempat saya kuliah (FKIP Universitas Muria Kudus Progdi Bimbingan dan Konseling ).
Karena beberapa alasan mulai februari 2013 saya pindah domisili di Cilacap. Dan saya akan mengajar di  salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Di Kabupaten Cilacap.
Selain mengajar, saya sangat menyukai dunia motivasi, menulis, presentasi/public speaking dan membaca cepat.
Bidang motivasi
Saya selalu berusaha mengajak siapa saja untuk kuat dan gigih dalam meraih apa yang diimpikan dan menjadi pribadi yang unggul dalam kehidupan. Komitmen saya untuk menebarkan semangat tertuang dalam situs cafemotivasi.com. Sebagai wadah untuk memotivasi dan menginspirasi semua orang.
Bidang Menulis
Saya telah menulis ratusan artikel di dua blog yang saya kelola yaitu cafemotivasi.com dan binham.wordpress.com, saya juga menjadi penulis tamu di blog lain. Beberapa artikel saya juga telah dimuat di majalah psikologi plus. Diantaranya:
  1. Doa Memperbaiki Keadaan,
  2. Kata Terlambat Milik Pemalas,
  3. Berbicara di Muka Umum Gampang Dipelajari Mudah Dicoba.
  4. 7 Kebiasaan Hebat Guru Di Mata Siswa
  5. Manja Konstruktif Asal ….
  6. Pribadi Menarik dan Unggul Bukan Impian
Selain artikel, saya juga mempublikasikan ebook yang berjudul
1. Any One Can Be Succesful
2. Smart Writing (Tips, Trik dan Motivasi Menjadi Penulis Cerdas),
Saat ini sudah menyiapkan buku tentang presentasi  semoga dalam waktu dekat bisa cetak dan diterbitkan.
Bidang Presentasi/public speaking
Sedangkan dalam bidang presentasi dan public speaking saya terus gencar membantu teman-teman (mahasiswa, komunitas, dan siapapun yang mau belajar presentasi dan public speaking) melalui pelatihan gratis maupun berbayar. Harapannya supaya siapapun mampu tampil lebih percaya diri dan memukau saat berbicara di depan publik. Kesukaan saya dalam bidang presentasi dan public speaking telah membawa saya menjadi salah satu tim penulis di salah satu situs presentasi terbesar di Indonesia presentasi.net yang dikelola oleh Muhammad Noer.
Bidang Membaca
Saya sangat suka membaca, karena itulah saya mendalami kemampuan membaca cepat atau speed reading. Harapannya suatu saat nanti bisa berbagi dengan teman-teman yang lain. Supaya semua orang menjadi lebih gemar membaca dan menjadi pembaca yang lebih cerdas  dan produktif dengan membaca cepat

Harta Karun Yang Paling Berharga

Harta Karun Yang Paling Berharga

Harta karun yang paling berharga inilah kisah inspirasi yang datang dari seorang pemuda kampung yang setelah bertahun-tahun hidup dalam kesusahan dan masalah akhirnya mampu menemukan harta karun dan mampu mengubah hidup diri dan keluarganya menjadi lebih baik.

Cerita ini di mulai dari usahanya merantau ke kota metropolotian untuk membantu kehidupan keluarganya yang pas-pasan. Ia mempunyai tiga orang yang masing-masing duduk di sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah kejuruan. Menyadari kehidupan keluarganya yang kurang pemuda tersebut bertekad untuk bekerja dengan sungguh-sunggu di Jakarta.
Pemuda tersebut cukup lama tingga di Jakarta, dan berbagai macam pekerjaan sudah pernah dia lakukan, terkahir di pernah mecoba membuka usaha bengkel dengan temannya, tapi apa mau di kata, ia di tipu oleh temannya dan semua uangnya di bawa kabur. Kehidupan semakin memburuk, memiliki hutang yang banyak menjadikan kehidupannya semakin sulit.
Dalam keadaan yang tidak jelas tersebut, dia mudah sekali di pangaruhi oleh orang lain, suatu ketika ia pernah di ajak oleh seoorang teman yang ada di Jakarta untuk mencari harta karun. Ajakan tersebut ibarat sebuah pencerahan bagi dirinya di tengah berbagai masalah yang ia hadapi. Akhirnya ia dan teman-temannya melakukan perjalanan untuk penggalian harta karun. Namun nasib baik masih belum menyertainya, apa yang di lakukannya tersebut tidak membuahkan hasil apa-apa. Ia hampir menyerah dengan keadaan tersebut, hingga suatu saat ia menemukan sebuah pencerahan, dan dari situlah awal perubahan ia mulai.
Berawal dari kata-kata bijiak yang ada di sebuah Koran bungkus nasi yang ia beli,  ia menyadari bahwa harta karun yang selama ini dia  cari tidak di mana-mana, tapi ada di dalam dirinya sendiri.
Setelah mendapat pencerahan ia, mulai belajar kembali untuk merintis usaha, namun kali ini usahanya tidak di lakukan di Jakarta tapi di kampung halaman di temat ia bekerja. Alhasil setelah bertahun-tahun ia bekerja keras sekarang kehidupannya berubah, ia menjadi pemuda yang cukup sukses, bahkan ia juga memberikan modal kepada adiknya untuk membuka bengkel di Kalimantan.
Metamorfosis yang ia jalani tidak terlepas dari kemampuannya mengenali potensi yang ia miliki dan mengembangkannya dengan penuh kesabaran, dari situlah kehidupannya berubah menjadi lebih baik. Dari situ saya dapat mengambil pesan bahwa:
“Harta karun paling berharga ada di dalam diri, kenali dan kembangkanlah potensi diri semaksimal mungkin untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik

Orang Miskin Yang Kaya

Orang Miskin Yang Kaya

Tulisan ini saya tulis lantaran saya teringat dengan saudara saya yang begitu luar biasa menurut saya. Dia hanyalah anak petani miskin, yang tidak berpendidikan dan hidupnya dari kecil sampai sekarang masih kekurangan. Saya teringat ketika kita kerja bareng, saat itu saya sama sekali tidak punya uang, tapi saya lapar. Saya hanya terdiam di tempat tidur sambil menahan rasa lapar. Tiba-tiba dia menghampiri saya dah ngasih saya uang untuk beli makan. Saya tahu betul uang dia juga tinggal itu saja, tapi karena dia tidak ingin saya kelaparan ia merelakan uangnya di pake untuk saya. Padahal saya tahu dia juga lapar, tapi dia tidak mau menunjukkannya kepada saya bahwa dia lapar.
Bukan hanya itu saja, saya melihat dia adalah orang yang begitu sabar dan berjiwa besar. Bagaiaman tidak, dia pernah di uji oleh Tuhan dengan sakitnya sang Ibu. Semua harta yang di kumpulkan baik uang, dan harta benda yang lain ludes untuk biaya sang ibu. Dia optimis bahwa ibunya akan sembuh, tapi takdir berkata lain.
Saat itu kita seperti biasa masih kerja, tiba-tiba ada seseoraang yang datang. Saat itu dia sudah merasakan hal yang tidak enak. Orang yang datang tersebut meminta dia pulang dengan alasan disuruh pulang ibu, tanpa di beritahu apa yang sebenarnya terjadi.
Sesampainya di rumah dia harus sadar bahwa ibunda tercinta telah di panggil oleh Tuhan. Saya yakin dia sangat sedih, tapi sosoknya sangat kuat. Dia sadar bahwa apa yang terjadi sudah menjadi takdir sang pencipta. Setelah beberapa bulan, dia di rumah akhirnya dia memutuskan untuk kerja lagi, belum lama bekerja ternyata bos kami mengalami bangkrut. Satu persatu karyawan di tempat saya bekerja pada keluar, tinggallah kami berdua. Di situlah saya semakin mengenal sosoknya yang sangat dewasa. Dia selalu membimbing saya dan mengarahkan saya untuk tetap kuat dengan keadaan yang ada. Tak begitu lama diapu meninggalkan saya, dan pergi ke Jakarta untuk merantau.
Dijakarta hidupnya juga belum mengalami perubahan, dia tetap hidup kekurangan uang. Tapi dia tidak pernah kekurangan semangat dan motivasi untuk bertahan hidup. Hampir satu tahun di Jakarta dia akhirnya menikah dengan orang jakarta. Awalnya dia hidup di Jakarta, tapi karena biaya hidup di Jakarta mahal, akhirnya ia kembali kampung halaman dengan istri dan anakmya. Sungguh perjalanan hidup yang sangat berat buat dirinya, yang dari kecil sampai sekarang masih hidup pas-pasan. Tapi percaya atau tidak keadaan hidup yang seperti itu tidak menjadikannya patah semangat, dia tetap bekerja keras untuk kebahagiaan sang anak dan istri tercinta. Dan satu lagi selama saya mengenal dia, saya belum pernah melihat dia marah dan orangnya selalu mengalah. Jika di lihat dari ekonomi mungkin dia bukan orang kaya, tapi dia adalah orang miskin yang kaya hati.

Metamorfosis Yang Berbuah Manis

Metamorfosis Yang Berbuah Manis 

sumber: http://cafemotivasi.com/metamorfosis-yang-berbuah-manis/

Metamorfosis yang berbuah manis adalah artikel yang saya tulis lantaran saya teringat dengan perjuangan seorang sahabat lama. Namanya adalah kang Dol lengkapnya Dol Khalim. Ia adalah sahabat yang luar biasa dan telah menginspirasi saya untuk bisa menjadi lebih baik. Berita terakhir yang saya dapat Dia berada di Papua. Menjadi pedagang Bakso sambil memberikan pengobatan di sana. Dia bukan seorang pengusaha sukses atau seorang ustad yang terkenal, dia hanya pemuda sederhana dari kampung yang namanya Simo.
Dulu kami tidak pernah menyangka kalau kang Dol bisa seperti sekarang ini. Saya ingat betul dia adalah anak bandel yang suka berkelahi dan emosional. Tapi keadaannya sekarang jauh berbeda dari dulu. Sekarang dia sangat ramah dan sholeh. Tutur katanya lembut dan sopan. Bisa di bilang saat ini semua orang di desa kagum dengannya.
Metamorfosis yang di alami teman saya tersebut berawal dari keinginannya untuk belajar ilmu agama di pondok pesantren. Sejak saat itu ia masuk pesantren dan mendalami ilmu agama selama kurang lebih tujuh tahun. Selama itu ia benar-benar mendalami belajarrnya dengan sepenuh hati. Ia salah satu santri yang sangat hormat dengan gurunya. Bukan hanya mendalami ilmu agama tapi ia juga mengamalkannya.
Satu pesannya yang masih saya ingat, semua hal berawal dari keyakinan. Apapun yang ingin kita raih kalau kita yakin, Tuhan akan mengabulkannya. Tapi untuk mencapai yakin tidak mudah, karena harus di bayar dengan niat dan amal baik. Taat menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Kalau hanya bicara, kelihatannya itu adalah hal yang mudah, tapi untuk mengaplikasikannya dalam hidup sungguh itu adalah hal yang berat.
Memang rencana Tuhan selalu di luar sepengetahuan manusia. Di tahun 2006 teman saya mendaftarkan diri untuk kuliah di salah satu Universitas di Semarang. Mendengar hal itu saya sempat bingung, bagaimana tidak, saya tahu teman saya itu hanya lulusan paket B dan untuk paket C -nya sendiri saya kurang tahu di mana ia sekolah. Jujur saja ha itu membuat hati saya gusar. Kalau dia saja kuliah kenapa saya tidak. Itulah awal kenapa saya termotivasi untuk kuliah lagi.
Jujur saya bangga dan sangat senang punya sahabat yang hebat seperti dia. Bukan hanya itu saja yang membuat saya semakin terinspirasi, tapi ia juga mau mengajarkan ilmu yang didapat untuk mengajarkan masyarakat bahwa dekat dengan Tuhan adalah hal yang sangat membahagiakan. Untuk mewujudkan hal itu ia membuat jami’iyah mujahaddah Asmaul Husna. Dari situ pulalah saya di kenalkan dengan asma-asma Alloh yang mulia.
Setelah lulus kuliah Tuhan punya rencana hebat lagi dengan dirinya. Ia dimudahkan jodoh-Nya oleh Tuhan. Sehingga selang setahun setelah ia lulus ia mendapatkan istri yang sholehah, keturunan baik-baik dan anak orang berada. Saya sempat bertanya, bagaimana bisa ia diterima mantu oleh orang berada. Ia pun menceritakan kepada saya bahwa saat melamar ia bilang tentang semua keada`n dirinya tanpa ada yang ditutupi. Alhamdulillah kejujuran dan ketulusan hatinya membuahkan hasil yang baik. Lamaran-Nya diterima dan tidak selang lama ia pun menikah.
Setelah menikah ternyata niatnya untuk berbagi ilmu dengan sasama masih menggelora. Bahkan warisan tanah satu-satu pemberian orang tua, dihibahkan untuk pembangunan madrasah? Sungguh dia memang salah satu pemuda di desa kami yang pantas untuk di contoh. Di usianya yang masih sangat muda sekitar 27 tahun ia sudah bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang termasuk saya.
Entah hal apa yang menuntunnya, ketika istrinya hamil ia malah memutuskan pergi ke Papua. Padahal kalau dia mau mengajar di sekolahan banyak sekolah yang mau menerima dirinya. Tapi itulah bedanya, teman saya ini tidak begitu suka mengajar di sekolah ia lebih suka menuruti kata hatinya. Jadi kemanapun ia melangkah seakan-akan sudah ada yang menuntun jalannya. Belum lama di papua saya mendengar kabar di sana dia berjualan bakso sambil memberikan pengobatan ke masyarakat setempat. Karena loyalitasnya dengan masyarakat Papua baik, maka ia pun di terima denga baik di sana. Masyarakat sana malai berharap teman saya bisa menetap di sana.
Itulah sepenggal kisah dari seorang inspirator yang telah memotivasi untuk melakukan perubahan dan Alhamdulillah saya pun  bisa melanjutkan kuliah dan bisa menjadi seperti sekarang. Inilah yang saya sebut Metamorfosis yang berbuah manis. Semoga bisa bermanfaat.

Perempuan Hebat Itu Bernama Lisa

Perempuan Hebat Itu Bernama Lisa 

sumber : http://cafemotivasi.com/perempuan-hebat-itu-bernama-lisa/

Perempuan hebat itu bernama Lisa adalah judul yang saya pilih lantaran saya ingin mengatakan bahwa wanita yang bernama Lisa itu adalah wanita hebat yang menjadi motivatorku untuk menjadi orang yang lebih baik di masa depan.
Mami lisa itulah panggilan akrab wanita hebat tersebut yang telah banyak membantu diriku dalam meraih mimpi. Selain kedua orang tua ku mami lisa adalah orang tua kedua yang juga menyayangiku seperti anaknya sendiri. Meskipun orangnya sangat keras tapi kata-kata dan sikapnya telah banyak memberikan motivasi dalam perjalanan hidup ini. Loyalitas dan semangat-Nya telah menular, sehingga aku ingin sekali suatu saat bisa meniru apa yang dilakukannya untuk keluarga dan masyarakat banyak.
Di kampung kami mami Lisa adalah wanita yang telah banyak memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. Khususnya dalam hal sarana dan prasarana desa. Beberapa tahun yang lalu ia membangun jalan di desa kami yang menghabiskan uang yang tidak sedikit. Karena kedermawanan-Nya jalan di desa kami tidak lagi becek saat hujan, dan tentunya lebih bagus dari jalan yang dulu. Semua itu dilakukan semata-mata untuk membantu masyarakat. Apa yang di lakukan-Nya tersebut semata-mata sebagai bentuk rasa syukur karena Tuhan telah memberikan kesuksesan kepada dirinya.
Bukan itu saja, ia juga wanita yang sangat peduli dengan kesejahteraan keluarganya. Sudah tidak terhitung berapa kali ia membantu saudara-saudaranya di kampung. Ia memberikan itu semua dengan ikhlas tanpa berharap apa-apa. Yang ia harapkan cuma satu semua keluarga bisa hidup secara layak dan tidak mengalami kekurangan.
Namun sebelum menjadi seperti sekarang ini, mami Lisa pernah mengalami pengalaman pahit bertahun-tahun hingga akhirnya bisa menjadi sukses. Mami Lisa ketika masih muda dikenal wanita yang keras kepala. Suatu ketika ia pernah berantem dengan ayah saya karena sebuah perbedaan pendapat. Karena merasa dipojokkan ia tidak terima dan memutuskan untuk merantau cari uang ke kota. Setelah beberapa tahun merantau ia pulang dengan membawa calon suami. Keputusannya untuk menikah pun mendapat restu sang ibu. Tak lama kemudian ia pun menikah. Setelah beberapa bulan menikah ternyata rumah tangganya tidak berjalan sesuai keinginannya, suami mami Lisa pergi meninggalkannya, padahal saat itu ia sedang mengandung.
Bukan Lisa namanya kalau ia menyerah dengan nasib. Setelah anaknya lahir ia memutuskan untuk merantau kembali dan menitipkan anak tersebut kepada ibunya. Bertahun-tahun mami Lisa merantau bekerja siang malam memeras keringat dengan suatu harapan suatu saat nanti bisa hidup sukses. Berbagai macam pekerjaan dari menjadi pembantu, tukang jual baju bekas, sampai sekarang menjadi wanita karier yang sukses semua dilalui melalui proses yang panjang dan berat.
Keuletan, disiplin dan kemauan untuk belajar telah menjadikannya wanita karier yang sukses. Memiliki loyalitas yang tinggi serta kepedulian yang besar dengan sesama. Satu lagi prinsip yang ia pegang kemauan untuk berbagi. Inilah keyakinan yang membuat mami Lisa semakin sukses dan bisa mewujudkana semua mimpi-mimpinya.
Bisa di bilang mami Lisa adalah wanita kedua setelah ibu saya yang menjadi motivasi dan inspirasi bagi saya dalam bertindak. Jika ada kemauan, keuletan, kedisiplinan dan kesediaan untuk berbagi maka kesuksesan akan bisa kita raih. Semoga bermanfaat.