Minggu, 10 Februari 2013
POle Dance
Ternyata ada Nenek nenek yang hebat yang masih aktif didunia hiburan, dia tidak kalah dengan orang orang muda lainnya. tidak seperti nenek nenek lainya yang hanya bisa duduk atau menikmati masa tuanya.
Dunia adalah tempat bermain dan manusia tak pernah terlalu tua untuk belajar hal baru
Tapi nenek yang satu ini yang
bernama asli Ruth Flowers
DJ Wika Szmyt dari Warsawa, Polandia, dan berusia 73 Tahun adalah DJ Professional
ternyata dia adalah Nenek paling Tua didunia yang masih aktif dengan Karirnya.
Mammy Rock itulah adalah julukannya. Dia baru memulai karirnya sebagai DJ pada usia 65 tahun,dia pun masih bisa membawa atmosfer muda dan remaja pada lagu-lagu yang dimainkannya.
Ia memainkan musik disko, rumba, atau samba untuk orang-orang seusianya karena menari membuat mereka merasa hidup. Tapi, nenek ini juga tampil di pesta-pesta yang didatangi anak
arta, Pole dance atau menari di atas tiang identik dengan gerakan akrobatik yang membutuhkan kelenturan tubuh. Tarian ini juga terkesan seksi karena sang penari biasanya melakukan gerakan sensual di atas tiang, ditambah dengan pakaian yang minim. Lantas bagaimana bila penarinya adalah nenek-nenek?
Sun Fengqin membuktikan bahwa meski sudah nenek-nenek ia masih sanggup menari dengan lentur dan indah di atas tiang. Karena masih lincah menari di usianya yang ke-60, Sun pun dinobatkan sebagai pole dancer (penari tiang) tertua di dunia.
Wanita asal Nanjing, China, ini memutuskan mencoba olahraga 'erotis' ini setelah menonton beberapa video dan terpesona oleh keindahan dan atletisnya.
"Pole dance adalah jenis khusus dari tarian. Gerakan tarian yang dilakukan di samping tiang sangat elegan, terutama ketika wanita tersebut bergerak. Ini sangat feminim, mempesona dan menggoda. Ini penuh semangat muda dan keseksian," ujar Sun Fengqin, seperti dilansir Dailymail, Sabtu (19/1/2013).
Karena pole dance selalu dikaitkan dengan klub tari telanjang di China, Fengqin merahasiakan keinginannya untuk belajar tarian seksi tersebut dari keluarganya. Tapi berkat lingkungan sekitarnya, keluarga pun akhirnya menemukan bakat terpendamnya.
Fengqin boleh merasa lega, karena ternyata semua keluarga termasuk suaminya memberikan izin meski ada kekhawatiran Fengqin akan mengalami cedera mengingat usianya yang sudah tidak muda.
Instrukturnya sempat agak ragu mengajar Fengqin karena usianya yang cukup tua untuk dapat menari dan berputar-putar di atas tiang.
"Setelah semuanya, pola dance adalah olahraga sekarang, untuk wanita 60 tahun seperti dia dan bisa menari dengan baik. (Itu menunjukkan) siapa pun bisa belajar pole dance," ujar sang instruktur, Shen Ting.
Kurikulum sepakblola
Timo Scheunemann
Kurikulum Sepak Bola Indonesia
Edisi 844 | 25 Mei 2012 | Cetak Artikel Ini
Salam Perspektif Baru,
Beberapa tahun terakhir, Sekolah Sepak Bola (SSB) banyak berdiri di Indonesia. Mulai dari SSB yang profesional hingga SSB yang hanya untuk memberikan pelatihan kepada anak-anak sekolah dasar. Keberadaan SSB diharapkan mampu mencetak para atlet sepak bola yang berkualitas, namun masih banyak yang harus dilakukan untuk mendapatkan calon pemain maupun pemain yang berkualitas. Salah satunya adalah kurikulum untuk sepak bola. Tamu kita kali ini adalah Timo Scheunemann, mantan pelatih Persema Malang.
Menurut Timo, kurikulum dibuat supaya pelatih-pelatih dan pengurus klub terutama SSB di seluruh Indonesia bisa mendapatkan pemahaman tentang apa yang harus dilatih dan apa yang jangan dilatih bergantung pada usia anak didiknya. Dalam hal ini yang terpenting pelatih sebagai pembina untuk tetap mendidik pemain mengutamakan sekolah. Jangan sampai pemain dibohongi. Bahkan oleh dirinya sendiri bahwa dia pasti akan menjadi pemain sepak bola terkenal. 99,9% di dunia bermain sepak bola tanpa kontrak, maksudnya tidak bermain secara profesional. Jadi pendidikan harus tetap diutamakan.
Timo mengatakan, saat ini sudah bukan zamannya lagi kita menciptakan pemain bola yang hanya bisa bola. Kita harus renaissance man, yaitu orang yang bisa banyak hal. Jadi, bukan hanya bola. Sudah bukan zamannya, termasuk SSB. Sepuluh tahun lalu adalah zamannya SSB berdiri di mana-mana. Sekarang bukan zamannya itu lagi. Sekarang zamannya SSB menjadi quality SSB. Karena itu saya mengharapkan kurikulum ini bisa membantu, termasuk juga pemahaman mentalnya di situ. Jangan sampai pelatih, orang tua, dan lain-lain menomorduakan sekolah, atau tidak mengerti pentingnya arti sekolah untuk perkembangan pemain.
Berikut wawancara Perspektif Baru dengan Wimar Witoelar sebagai pewawancara dengan narasumber Timo Scheunemann.
Timo Scheunemann yang akrab dipanggil Coach Timo sangat unik sebab dia lahir di Kediri tapi orang tuanya adalah orang Jerman. Sejak lahir dia memang menetap di sini walaupun sering pergi ke Jerman bahkan sekolah bertahun-tahun di Amerika Serikat sambil bermain di salah satu klub di sana. Dia juga pernah di Jerman dan berbagai tempat, tapi akhirnya sekarang berbasis di Malang. Dia pernah menjadi pelatih Persema, dan sekarang ada proyek baru sepak bola yang diadakan oleh PSSI. Apa kegiatan Anda sekarang?
Kita ada suatu pekerjaan sangat penting yang baru diluncurkan, yaitu kurikulum sepak bola Indonesia. Kurikulum ini sudah lama ditunggu-tunggu untuk membuat proses latihan sepak bola di Indonesia bisa distandarkan. Jadi, supaya pelatih-pelatih dan pengurus klub terutama sekolah sepak bola (SSB) di seluruh Indonesia bisa mendapatkan pemahaman tentang yang harus dilatih dan yang jangan dilatih, yaitu bergantung pada usia anak didiknya. Misalnya, apa yang harus dilatih dan jangan dilatih untuk anak usia tujuh tahun. Di kurikulum dijelaskan bahwa untuk anak umur 7 tahun jangan dilatih heading, jangan dilatih fisik tanpa bola, power, dan lain-lain. Alasannya, secara logika anak kecil laki-laki belum mempunyai testosteron. Jadi sebelum ada testosteron, maka tidak bisa dilatih power dan tidak bisa dilatih endurance tanpa bola.
Berapa usia seorang anak laki-laki bisa dimasukkan ke SSB?
Sedini mungkin. Namun di kurikulum ini dimulai dengan anak umur lima tahun. Jadi, ada cara melatih anak umur 5 sampai 8 tahun, kemudian ada cara melatih anak umur 9 - 12 tahun. Masing-masing dengan cara melatih yang disesuaikan, dalam arti program latihannya seperti apa. Lebih spesifik lagi, ada pengkategorian seperti untuk umur 5 tahun, 6 tahun, 7 tahun akan dilatih apa saja dalam satu tahun. Itu yang ada di kurikulum ini. Jadi, betul-betul lengkap.
Berapa batasan usia yang ada di kurikulum ini?
Judulnya adalah kurikulum dan pedoman dasar sepak bola Indonesia, jadi diperuntukkan untuk usia dini. Usia dini yaitu 5 - 12 tahun yang dibagi dua. Untuk umur 5 - 8 jangan terlalu banyak latihannya, hanya yang senang-senang saja. Misalnya, bagaimana cara agar dia hook on football (berhubungan dengan sepak bola). Bagaimana cara dia mulai mengerti tubuhnya. Bola menggelinding ke mana mulai diterima oleh otaknya. Latihan tidak boleh melulu sepak bola. Contohnya, lempar – tangkap bola itu sudah latihan. Jadi dia terbiasa dengan bola. Jadi lebih banyak ke game, sesuatu yang fun. Sedangkan untuk Usia 9 - 12 tahun mulai digenjot soal teknik. Kemudian kita masuk ke usia muda, yaitu usia 12 tahun ke atas. Usia 13 - 20 tahun merupakan usia muda.
Mengapa hanya sampai usia 20 tahun?
Usia 20 tahun ke atas adalah senior. Jadi, usia dini, usia muda, dan usia senior ada dalam kurikulum ini. Jadi, bisa dikatakan diperuntukkan untuk semua kelompok umur. Namun itu bukan hanya untuk pelatih, pemain, pengurus SSB, dan klub, walaupun utamanya atau intinya untuk mereka. Buku kurikulum ini juga untuk pengamat sepak bola pada umumnya. Contohnya, Pak Wimar membaca kurikulum ini maka nanti saat menonton Arsenal dapat lebih mengerti cara bermain Arsenal.
Saat wawancara ini saya memegang daftar isi dari buku yang baru diluncurkan, yang saya pertama kali menemukannya di internet karena memang diberitahu lewat twitter, dan uniknya buku ini bisa di download secara gratis. Selain isinya sangat padat, buku ini enak dibaca, diagramnya bagus dan jelas. Saya sangat recommended walaupun saya belum baca habis.
Ya, tapi jangan mengatakan ini buku saya. Saya penyusun dan juga menulis karena dibutuhkan orang yang bisa bahasa Inggris dan Indonesia dan mengetahui bahasa yang dipakai oleh pelatih-pelatih di lapangan. Jadi tidak ada permasalahan bahasa pada saat diterjemahkan. Kemudian tentu saja perlu memiliki pengetahuan sepak bola, tapi ilmunya adalah ilmu universal.
Tadi Anda mengatakan diterjemahkan. Darimana sumbernya?
Sumber kita dari FIFA dan AFC. Saya juga melihat kurikulum dari Australia, tapi utamanya dari Amerika Serikat (AS). Jadi, AS mempunyai kurikulum berjumlah 104 halaman, sedangkan kurikulum kita berjumlah 278 halaman. Kurikulum AS dibuat dalam empat tahun, sedangkan kurikulum kita dibuat dalam enam bulan.
Jadi, materi kurikulum yang diambil dari AS ada sekitar 45 halaman. Kemudian diambil dari FIFA, dan juga UEFA karena saya mengambil lisensi C untuk pelatih di AS, sedangka lisensi B dan A di Jerman. Lalu, mengapa bisa selesai secepat ini? Karena saya sudah merangkum lisensi C, B, dan A saya dalam tiga buku saya yang terdahulu.
Saya mengambil sebagian materi dari buku-buku tersebut, kemudian disusun dengan narasumber lain, lalu menambahkan hal-hal yang diperlukan karena ini bersifat kurikulum sehingga bisa selesai dalam waktu singkat, yaitu enam bulan. Intinya, ini bukan ilmu saya tapi ilmu sepak bola modern yang universal. Jadi, tidak perlu dipermasalahkan apakah ini dari Amerika Latin atau Eropa karena sekarang sudah standar. Ilmu sepak bola Eropa merupakan sepak bola modern dan itu sudah standar.
Kalau dibilang sepak bola universal, apakah dari segi sepak bola profesional yang kita lihat di TV ada perbedaan antara langgam atau style sepak bola Italia, Inggris, Jerman, Spanyol, atau Indonesia?
Ya, pasti ada style yang berbeda. Beberapa negara lebih suka formasi tertentu, tapi ilmu sepak bola modernnya sebenarnya sama. Hanya yang menerapkannya individu. Individu di setiap negara berbeda. Saya selalu bicara bahwa kalau mau belajar mental maka kita belajar ke Jerman. Kalau mau belajar fisik maka kita belajar ke Inggris. Kalau mau belajar teknik maka kita belajar ke Spanyol. Kalau mau belajar taktik maka kita belajar ke Italia. Jadi, negara-negara mempunyai spesifikasi tertentu. Di kurikulum ini kita juga menyesuaikan dengan sepak bola Indonesia. Ciri khas sepak bola Indonesia adalah permainan pendek, yaitu operan pendek dari belakang ke depan. Itu yang sudah ditinggalkan akhir-akhir ini karena banyak bola-bola panjang ke depan.
Apakah kalau dengan operan pendek-pendek adalah sepak bola modern?
Dimodernkan lagi oleh Barcelona. Itu sudah modern sejak 1970-an yaitu disebut Total Football.
Namun diperlukan teknik yang betul-betul matang dan diperlukan wawasan taktik. Itu karena mereka bermain operan pendek-pendek, dan digabungkan dengan perpindahan tempat tentunya, sehingga ada pengertian bola ini harus ke mana.
Javier Rodriguez, pesepak bola Barcelona, mengatakan permainan bola yang tanpa bola kadang-kadang lebih penting dari bolanya, betulkah?
Ada penelitian di Swedia baru-baru ini bahwa dari 93 menit rata-rata pertandingan sepak bola, 90 menit plus 3 menit tambahan, setiap pemain hanya menyentuh bola selama dua menit. Jadi, sisanya mereka berlari tanpa bola. Karena itu VO2 Max sangat penting artinya.
Apa itu VO2 Max?
VO2 Max adalah kemampuan paru-paru untuk menampung oksigen (O2) sehingga berpengaruh pada mobilitas orang tersebut. Nah, VO2 Max 50 dan VO2 Max 55 atau berbeda lima poin saja sangat berpengaruh. Perbedaan tersebut dijelaskan juga di kurikulum supaya orang mengerti kenapa itu penting. Latihan yang intensitasnya tinggi dan terjadwal rapi begitu penting karena berpengaruh pada VO2 Max, selain itu gizi dan istirahat tentu pentingnya.
Perbedaan VO2 Max sebanyak lima berarti spin seseorang sudah 100% lebih banyak daripada VO2 Max 50. Jika orang dengan VO2 Max 50 melakukan spin 20 kali dalam pertandingan, maka VO2 Max 55 sudah 40 kali. Pakai logika saja, kalau saya spin 40 kali dan Anda 20 kali berarti saya akan lebih terlibat dalam pertandingan. Keterlibatan di pertandingan naik sekitar 24% dan daya jelajah naik 20%. Jadi, kalau Anda lari 10 Km lari dalam satu pertandingan, maka saya lari 12 Km. Itu baru satu pemain. Bayangkan kalau semua pemain. Kalau kita tidak memperbaiki VO2 Max dengan intensitas latihan yang bagus, penjadwalan latihan yang bagus, pengertian akan gizi yang bagus, maka kita akan selamanya kalah melawan tim-tim luar.
Berbicara mengenai kalah melawan tim luar, Timo pernah mengatakan bahwa Indonesia bisa saja masuk Piala Dunia asal ada pentahapan yang baik. Apa yang harus ditingkatkan sekarang karena kalau awam melihat sepak bola Indonesia di televisi (TV), misalnya Indonesia Premier League (IPL), kadang-kadang tidak terlalu beda dengan di luar negeri tapi sebenarnya berbeda. Dimana perbedaannya?
Perbedaan yang utama adalah kualitas umpan, sehingga kalau kita melihat permainan berkembang tidak cepat kehilangan bola. Itu perbedaannya. Kemudian yang kedua dari kemampuan teknik.
Apakah itu baik umpan panjang (long pass) maupun umpan pendek (short pass)?
Pendek. Itu supaya bola tidak cepat hilang maka itu datang dari kemampuan teknik. Jadi harus bisa kontrol bola, bisa umpan bola dengan baik, umpan bola secara mendatar. Kemudian yang kedua dari kemampuan taktis dalam arti teman saya ada di mana dan lawan saya ada di mana. Kapan main pendek, kapan main jauh.
Ketiga, tergantung pada pergerakan dia tanpa bola. Anda mengumpan saya maka Anda bergerak lagi, sehingga Anda terbuka lagi dan bola tidak cepat hilang. Itu yang membuat penonton jadi lebih senang melihatnya. Kemudian kecepatan permainan. Itu yang membedakan. Kalau kita melihat Arsenal dan Barcelona, kecepatan permainan mereka luar biasa. Tim nasional (Timnas) Jerman nanti di Piala Eropa, saya rasa akan mempunyai kans besar.
Tadi saya mendengar juga orang harus pintar, harus inteligent dalam bermain sepak bola. Bagaimana cara mengajarkan football intelligence?
Ya, kalau sekarang ada life kinetik yang dilakukan oleh BVB Dortmund. Saya senang sekali dengan pelatihnya karena dia mencoba hal-hal yang baru seperti itu. Tapi terus terang tanpa menyombongkan diri, di akademi Malang Football Club (MFC) kita sudah melakukannya sejak lima tahun lalu. Kinetik artinya kita melatih teknik dan otak secara bersamaan. Contohnya, Anda juggling bola tiga kali, kemudian memberikan ke saya dengan menyebutkan angka misalnya empat, maka saya harus juggling empat kali. Pada saat saya menyentuh bola ke empat maka saya mengembalikan bola ke Anda dengan menyebutkan angka misalnya dua.
Jadi kita harus fokus terus, betulkah?
Harus. Contoh, tingkatan berikutnya saya mengatakan dua tambah dua, terus Anda mengatakan tiga dikurangi satu. Contoh lain, kalau kita bermain possession, biasanya bebas setuhan atau dibatasi menjadi dua sentuhan. Namun yang saya buat adalah menjadi 1 - 2 sentuhan. Jadi Anda membuat satu sentuhan, saya boleh dua sentuhan. Kalau setelah saya dua sentuhan, pemain lain hanya boleh satu sentuhan. Jadi otak sambil bermain. Tidak bisa secara teknis hanya kaki saja yang dilatih, tapi otak juga. Banyak sekali cara-cara seperti itu, itu life kinetik.
Intinya, hal itu datang dari pelatih sebagai pembina agar pemain mengutamakan sekolah. Jangan sampai pemain dibohongi. Bahkan oleh dirinya sendiri bahwa dia pasti akan menjadi pemain sepak bola terkenal. 99,9% di dunia bermain sepak bola tanpa kontrak, maksudnya tidak bermain secara profesional.
Jadi pendidikan harus tetap diutamakan. Istilahnya student-athlete. Student First, Athlete Second. Di Wesley International School di Malang, saya mengajar sejarah, filsafat dan olah raga sudah selama 11 tahun, kalau ada pemain yang nilainya di bawah C seperti C minus maka sudah tidak boleh ikut tim basket atau tim bola.
Apa saja nilai mata pelajaran yang tidak boleh di bawah C?
Semua, dan juga secara akademik. Sewaktu saya di Amerika juga sama. Harus memiliki GPA minimal 2,5. Kalau di bawah 2,5 maka sudah tidak boleh ikut lagi tim olah raga.
Jadi kalau pemain profesional yang kelihatannya bodoh sebetulnya tidak bodoh seperti Balotelli pintar juga, betulkah?
Kita jangan menilai orang berdasarkan exception (pengecualian). Exception itu banyak. Banyak pemain bola yang kurang pintar. Tapi intinya, setelah dia bermain bola, dia juga membutuhkan intelejensinya. Misalnya, bagaimana dia mengolah uangnya. Bagaimana dia mengolah agar dia dikenal orang tanpa dia menjadi sombong. Itu semua harus dididik di level akademi.
Apakah ada juga pelajaran seperti budi pekerti, Public Relations (PR), dan sebagainya?
Pasti.
Wah, mungkin saya bisa ikut mengajar di situ.
Sudah bukan zamannya lagi kita menciptakan pemain bola yang hanya bisa bola. Kita harus renaissance man. Renaissance man adalah orang yang bisa banyak hal. Jadi, bukan hanya bola. Sudah bukan zamannya, termasuk SSB. Sepuluh tahun lalu adalah zamannya SSB berdiri di mana-mana. Sekarang bukan zamannya itu lagi. Sekarang zamannya SSB menjadi quality SSB. Karena itu saya mengharapkan kurikulum ini bisa membantu, termasuk juga pemahaman mentalnya di situ. Jangan sampai pelatih, orang tua, dan lain-lain menomorduakan sekolah, atau tidak mengerti pentingnya arti sekolah untuk perkembangan pemain.
Dan dia juga harus terlibat dalam current affairs.
Iya, karena sepak bola adalah smart game. Saya selalu mengatakan sepak bola itu perpaduan antara seniman - seperti pelukis, atau seorang filsuf, atau pokoknya seniman yang secara intelektual atau secara karya nyata - dan seorang tukang batu. Jadi kerja keras dan senimannya. Dibutuhkan kedua-duanya. Kita harus cepat berpikir. Terima bola dan langsung sudah mengetahui bola harus ke mana.http://www.perspektifbaru.com/wawancara/844
Seramnya dipesisir pantai selatan
Cerita Seram dari Pesisir Pantai Selatan
Published under Cerita Hantu Yogyakarta, Cerita Misteri, Cerita Seram
Ini cerita berdasarkan nyokap gw dan nyokap gw ngalamin langsung ama bokapnya (alm. kakek gw).
Jadi waktu itu nenek & kakek gw punya rumah kecil di pesisir pantai selatan (daerah Bantul), rumah aslinya di daerah Jogja deket Alun2 Selatan. Nah jaman dulu banget, emang terkenal angker tuh desa (bantul). Dulu sering banget nyokap (waktu kecil) gw sekeluarga maen ke rumah kecil itu kalo liburan tiba. Kebetulan memang rumah nya deket pantai dan banyak pohon kelapanya.
Nah suatu subuh nih (waktu itu emang dingin banget dan mayan gelap), ada suara dug... dug... dug... kaya kelapa muda jatuh dari pohon 3x. Trus pada saat itu juga kakek gw yang baru ambil air wudhu di belakang rumah deket pohon kelapa itu. Karena penasaran dengan kelapa yang jatuh itu kakek gw deketin tuh kelapa yang jatuh. Pas kelapa pertama diambil dan dilihat, *kok aneh mase muda kok sudah jatuh* (dalam hati kakek gw), trus yg dipinggirin ke samping deket tempat wudhu. Trus di ambil lagi yg ke dua, dia berpikir hal yg sama, mase muda kok udah pada jatuh, trus di taruh sampingnya kelapa yg pertama, trus dia ambil yg ketiga.... Loh kok sama juga, akhirnya di jejerin nih 3 kelapa yg jatuh tadi, pas di selesai menata tuh kelapa... nyokap gw kluar mau ambil wudhu... alhasil... mereka sholat subuh bareng2. (waktu itu nyokap gw mase teenager)
Bis sholat subuh, hari itu juga mereka pada maen di pantai seharian, karena kecapean lari2 dan teriak2 nyokap gw jatuh sakit, kecapean badannya panas. Malem itu juga dia mimpi di datengin wewe (setan khas jogja). Trus kata kakek gw, nyokap gw ngigo dengan suara yg aneh (bukan suara nyokap gw). Dia teriak2 kaya kesurupan. Nyokap gw teriak sambil bilang... GW MAU AIR ASIN...BALIKIN GW... diulang2 gitu terus.
Dia minta juga air kelapa muda yg jatuh tadi pagi... nah loe... trus bis itu di kamar katanya ada bayangan item yg wira wiri (mondar - mandir). Om2 gw pada ketakutan, trus nenek gw yg nenangin nyokap gw. Trus kakek gw lari kebelakang ambil tuh, kelapa yg ditata rapi deket tempat wudhu... manalagi hujan deres, malem2, gelap pula. Pake senter di cari tuh kelapa yg tadi, alhasil kelapa yg pertama waktu di senterin brubah jadi kepala orang yg matanya melotot sebiji duren katanya, trus dia tendang tuh klapa saking takutnya, kelapa yang kedua setelah di senter berubah jadi kepala anak kecil tapi ga punya hidung dan telinga, dia tendang lagi tuh klapa, trus dia berdoa sambil mencoba melihat kelapa yg ketiga.
Setelah di senterin, kelapa yg ketiga brubah jadi kepala tanpa muka, jadi mukanya halus, cuman rambut ma darah semua. karena kakek gw dah panik dan butuh tuh kelapa buat nyembuhin nyokap gw yg teriak2 ga ketolongan, maka dia ambil tuh, di jambak tuh rambutnya, trus ma kakek gw di bacok tuh kelapanya, airnya kliatan kaya darah2 gitu katanya.
Trus dibawa ke dalem tuh kelapa buat minum nyokap gw, dan alhasil setelah minum tuh kelapa nyokap gw sembuh saat itu juga. Setelah di usut penyebabnya, ternyata waktu maen di pantai nyokap gw bawa pulang semacem batu gitu dan disimpen di kantong jaketnya. Dan mungkin juga cobaan tuh buat kakek gw, coba kakek gw ga berani ambil tuh klapa, ga lahir gw skarang, bisa jadi nyokap gw gila dan ga ketemu bokap gw.
Trus batu itu dibalikin ketempat asalnya, trus kelapa yg 2 ditendang ma kakek gw ditaruh dideket pintu depan, ampe saat ini mase ada, cuman udah kuning2 kering gitu. Semenjak itu ga ada kejadian2 aneh, trus denger2 rumah itu mau di beli ma Bule dengan harga yang mayan tinggi
http://cerita-misteri.reunion.web.id/2010/08/cerita-seram-dari-pesisir-pantai.html#comment-form
Hindari stress
Belajar jadi Baby Sister
Belajar Menjadi Baby Sitter
Ruang belajar berukuran 2 meter x 5 meter itu terlihat sederhana. Hanya empat baris meja-kursi yang mengisinya. Dindingnya terlihat bersih tanpa satu pun aksesori atau poster yang menghiasinya. Di ruangan itulah calon-calon baby sitter dan perawat lansia dilahirkan.
Ruangan tersebut menyatu dengan rumah Marijan (55), pengelola Yayasan Permata Bunda, di Dusun Cangkring, Desa Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul. Selain ruang kelas, juga tersedia empat kamar tidur khusus untuk para siswa dan ruangan praktik. Kami menerapkan pendidikan asrama. Lamanya sekitar tiga bulan, tutur Marijan.
Marijan membuka pelatihan dan Yayasan Baby Sitter tersebut sejak tahun 1997 bersama istrinya. Ia sengaja memilih rumahnya sebagai lokasi kursus karena alasan ekonomi dan ketenangan. Kalau buka di kota, kami harus membayar kontrak tempat. Proses pendidikan juga tidak setenang di rumah sendiri karena di kota terlalu ramai, katanya. Untuk biaya kursus, Marijan mematok tarif Rp 500.000.
Tarif tersebut sudah termasuk biaya makan selama tiga bulan di rumahnya. Bila ada yang menginginkan babysitter atau perawat lansia, Marijan mengenakan biaya administrasi sebesar Rp 250.000. Kalau dihitung-hitung, untung yang diterima Marijan sangat mepet. Meski hasilnya sedikit, saya senang bisa menolong orang lain, ujarnya. Untuk urusan instruktur, Marijan mengajak istrinya.
Ada beberapa materi yang diberikan. Misalnya, untuk baby sitter materinya meliputi Pancasila, perawatan bayi, psikologi anak, kependudukan, serta kesehatan dan gizi. Materi-materi itu dipelajari Marijan dari literatur buku yang dibacanya. Tugas baby sitter bukan hanya memandikan bayi, tetapi juga harus paham soal gizi dan psikologi. Jangan sampai memberi asupan makanan yang keliru kepada anak atau bayi, ucap Marijan.
Meski lokasinya di pelosok desa, tempat kursus tersebut tak pernah sepi peminat. Ada delapan siswa yang saat ini tengah menempuh pendidikan kursus untuk menjadi baby sitter dan perawat lansia. Mereka berasal dari luar kota, seperti Purwodadi, Magelang, dan Purworejo. Menyenangkan Tari (17), remaja asal Purwodadi, mengaku jauh-jauh menempuh pendidikan babysitter ke Bantul karena ingin cepat mendapat pekerjaan. Di kota saya, cari kerja susah. Jadi, saya memilih mengambil kursus ini supaya memiliki keterampilan dan lekas dapat kerja, tuturnya.
Ketertarikan Tari menjadi baby sitter karena ia memang mencintai anak-anak. Baginya, merawat bayi adalah pekerjaan mengasyikkan. Memang merepotkan, tetapi kalau dijalani dengan tulus perasaan kita justru senang, katanya. Sebagai baby sitter, Tari berharap mendapatkan upah layak. Untuk kategori pemula, pengelola Yayasan Baby Sitter menentukan upah minimal bagi baby sitter Rp 550.000 per bulan. Kalau yang sudah mahir, bisa sampai Rp 850.000 per bulan, sedangkan untuk perawat lansia upah minimalnya Rp 650.000 karena tugasnya lebih berat. Ketentuan itu kami tetapkan supaya majikan tidak sewenang-wenang, kata Ratmi, istri Marijan.
Menurut Ratmi, upah minimal baby sitter dan perawat lansia tergolong lumayan. Dari segi permintaan, pihaknya sering kewalahan karena tenaga yang tersedia selalu kurang. Banyak permintaan yang terpaksa kami tolak. Kalau saja banyak yang tertarik mengikuti kursus, mungkin akan semakin banyak tenaga yang tersalurkan, tuturnya. Ratmi menambahkan, pekerjaan sebagai baby sitter dan perawat lansia masih dipandang sebelah mata. Tidak banyak yang meliriknya. Padahal, peluang yang tersedia masih banyak. Kalau saja digarap secara serius, pelatihan seperti ini mungkin bisa mengurangi pengangguran, terutama di Bantul, ucapnya.
Sabtu, 09 Februari 2013
Menjadi Guru Adalah Tantangan Berat
Menjadi Guru Adalah Tantangan Berat
Terus apa saja tantangan berat seorang guru?
Ada beberapa hal yang menurut saya ini adalah tantangan berat seorang guru.
1. Tantangan kompetensi
Menjadi seorang guru tidak hanya sekedar lulusan sarjana pendidikan atau magister pendidikan, tapi lebih dari itu ada kompetensi-kompetensi lain yang juga harus di penuhi. Ada empat kompetensi yang harus dikembangkan yaitu kompetensi profesional, paedagogik, individual dan sosial. Menjalankan empat hal tersebut bukan pekerjaan mudah. Kalau hal ini memang benar-benar dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Jadi jangan pernah berpikir menjadi guru sesuatu yang tidak menantang.
2. Tantangan perubahan zaman
Kalau zaman dulu, guru menjelaskan dengan papan tulis hitam dan kapur, sekarang sudah menggunakan LCD proyektor dan leptop. Kalau dulu informasi diperoleh dari buku, sekarang informasi bisa diakses lebih luas, melalui media internet. Dulu media pembelajaran yang digunakan cukup sederhana, sekarang sudah cukup canggih. Dulu guru tidak bisa komputer tidak masalah, sekarang rasanya setiap guru wajib bisa.
Beberapa hal diatas adalah perubahan yang kaitannya dengan belajar di sekolah. Belum perubahan yang sifatnya lain seperti gaya hidup siswa, kebutuhan masyarakat, dan masih lagi yang lain. Apakah menurut Anda itu bukan tantangan? Kalau menurut saya itu tantangan ayang berat buat guru. Karena guru dipacu untuk bisa menyesuaikan diri dengan perubahan zaman untuk hasil belajar yang terbaik.
3. Generasi yang bobrok
Coba Anda perhatikan beberapa kejadian akhir-akhir ini di mana banyak kasus-kasus remaja sekolah menguak. Dari tawuran, miras, narkoba, seks bebas dan lain sebagainya. Apakah itu bukan tantangan? Itu adalah tantangan, karena selain orang tua, guru-guru di sekolah sering kali dituding sebagai orang-orang yang tidak becus mengurus mendidik anak kalau anak-anak didiknya membuat onar atau bikin masalah. Seakan-akan sebagian masyarakat begitu percaya bahwa perilaku buruk anak-anak zaman sekarang diakibatkan karena ketidakmampuan guru dalam mendidik. Ini tantangan berat. Menghadapi berbagai persoalan anak-anak didik bukan pekerjaan mudah.
4. Harapan besar masyarakat
Ketika seorang memutuskan menjadi seorang guru, maka sejak saat itu ia telah berkomitmen untuk memikul tanggung jawab kedua dalam mendidik para generasi muda. Mereka meluangkan hampir sebagian besar hidupnya untuk belajar dan mengajar supaya anak didik mereka sukses dalam belajar dan sukses dalam hidup. Bahkan masyarakat percaya bahwa guru-guru di sekolah akan mampu membuat anak-anak mereka menjadi orang sukses. kalau misalnya gagal mereka menghujat kalau gurunya tidak becus mendidik. Apakah hal yang seperti ini mudah? Tidak! Ini sangat sulit buat guru. Guru juga manusia, ia sama dengan orang-orang kebanyakan yang punya masalah, punya kebutuhan. Tapi di lain pihak ia harus menjalankan tugasnya yang menurut saya tugas yang mereka pikul sangat berat.
Keempat hal diatas adalah beberapa tantangan yang menurut saya berat, tentunya masih banyak lagi tantangan-tantangan lain yang tidak saya tuliskan dalam artikel ini.
Catatan:
Opini diatas saya dedikasikan untuk guru-guru yang benar-benar komitmen tinggi dengan profesinya. Kalau Anda melihat hal sebaliknya mungkin yang Anda lihat adalah guru-guru ecek-ecek yang tidak tahu esensi menjadi seorang guru.
Bagaimana menurut Anda? apakah Anda punya pendapat lain? silahkan share pada kolom komentar
Tentang Kami
Tentang Kami
Cafemotivasi.Com adalah situs yang dibangun dengan sebuah visi:
Memotivasi dan menginspirasi siapa
saja untuk tetap semangat dan berani dalam menjalani kehidupan serta
menghadapi tantangan zaman sehingga mampu mencapai pengembangan diri
yang optimal.
Isi dan konten dalam Cafémotivasi.Com
sebagian besar adalah hasil karya pribadi dan sebagian lagi adalah
hasil karya pihak lain yang menurut penulis sangat bermanfaat dan layak
untuk dipublikasikan.
Apabila Anda sebagai pemegang hak cipta atas tulisan atau gambar
yang disajikan dalam website ini merasa berkeberatan untuk ditampilkan
dalam website ini, silahkan melapor dalam ruang komentar di bawah dan
dengan senang hati penulis akan meng-update tulisan terkait.
Apabila tulisan-tulisan yang
tersedia dalam situs ini hendak diposting ulang dalam situs (blog) lain
atau dikutip, tentunya penulis akan sangat menghargai jika Anda dapat
mencantumkan sumber aslinya. Kendati demikian, sangat dianjurkan untuk
tidak digunakan kepentingan penulisan karya ilmiah dan komersil.
Segala komentar yang membangun akan sangat kami harapkan untuk pengembangan situs ini lebih lanjut.
SEKILAS TENTANG PENULIS
Nama saya Rona Binham. Saya adalah seorang pendidik, praktisi presentasi, penulis dan blogger yang lahir pada16 Juni 1985. Saya mengajar, melatih, menulis dan terus berusaha memberikan motivasi dan inspirasi kepada semua orang. Dengan sebuah motto “Orang hebat adalah orang yang hidupnya penuh inspirasi dan menginspirasi.Saya pernah mengalami masa-masa sulit setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas ditahun 2003. Karena tidak bisa melanjutkan kuliah saya pun bekerja, merantau ke kota untuk mengadu nasib. Saya bekerja sebagai kuli di Bali, Jakarta dan terakhir di Kudus. Hampir kurang lebih 4 tahun saya mengalami masa-masa sulit. Baru di tahun 2007 saya merasakan adanya pencerahan. Saat itulah saya mulai mengambil keputusan untuk merevolusi hidup. Dan kuliah adalah jalan yang saya pilih. Tapi langkah pertama saya mendaftar kuliah gagal, tapi itu tidak membuat saya patah semangat. Keputusan sudah bulat, hingga saya pun mendaftar di kampus lain dan alhamdulillah saya diterima di Universitas Muria Kudus pada program studi di Bimbingan dan Konseling. Sejak saat itulah saya resmi menjadi mahasiswa.
Saat kuliah saya tidak pernah main-main dalam belajar, sehingga hari-hari dimana saya tidak bekerja banyak saya habiskan untuk membaca buku dan aktif dikegiatan ormas. Belum lama saya kuliah, bos tempat kerja saya bangkrut, dan saya pun tidak punya kos-kosan, sehingga saya pernah tidur di mushola selam 2 bulan. Pokoknya selama awal-awal kuliah sampai semester 3 saya merasakan ujian yang cukup berat.
Alhamdulillah mulai semester 4 saya sudah mulai bisa fokus kuliah, karena banyak tangan-tangan Tuhan yang menolong dan mendukung langkah saya. Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Alhamdulillah jalan semakin mudah di tahun 2011, saya dinyatakan lulus. Dan satu lagi hadiah luar biasa yang diberikan Tuhan adalah saya mendapatkan kesempatan mengajar di Kampus tempat saya kuliah (FKIP Universitas Muria Kudus Progdi Bimbingan dan Konseling ).
Karena beberapa alasan mulai februari 2013 saya pindah domisili di Cilacap. Dan saya akan mengajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Di Kabupaten Cilacap.
Selain mengajar, saya sangat menyukai dunia motivasi, menulis, presentasi/public speaking dan membaca cepat.
Bidang motivasi
Saya selalu berusaha mengajak siapa saja untuk kuat dan gigih dalam meraih apa yang diimpikan dan menjadi pribadi yang unggul dalam kehidupan. Komitmen saya untuk menebarkan semangat tertuang dalam situs cafemotivasi.com. Sebagai wadah untuk memotivasi dan menginspirasi semua orang.
Bidang Menulis
Saya telah menulis ratusan artikel di dua blog yang saya kelola yaitu cafemotivasi.com dan binham.wordpress.com, saya juga menjadi penulis tamu di blog lain. Beberapa artikel saya juga telah dimuat di majalah psikologi plus. Diantaranya:
- Doa Memperbaiki Keadaan,
- Kata Terlambat Milik Pemalas,
- Berbicara di Muka Umum Gampang Dipelajari Mudah Dicoba.
- 7 Kebiasaan Hebat Guru Di Mata Siswa
- Manja Konstruktif Asal ….
- Pribadi Menarik dan Unggul Bukan Impian
1. Any One Can Be Succesful
2. Smart Writing (Tips, Trik dan Motivasi Menjadi Penulis Cerdas),
Saat ini sudah menyiapkan buku tentang presentasi semoga dalam waktu dekat bisa cetak dan diterbitkan.
Bidang Presentasi/public speaking
Sedangkan dalam bidang presentasi dan public speaking saya terus gencar membantu teman-teman (mahasiswa, komunitas, dan siapapun yang mau belajar presentasi dan public speaking) melalui pelatihan gratis maupun berbayar. Harapannya supaya siapapun mampu tampil lebih percaya diri dan memukau saat berbicara di depan publik. Kesukaan saya dalam bidang presentasi dan public speaking telah membawa saya menjadi salah satu tim penulis di salah satu situs presentasi terbesar di Indonesia presentasi.net yang dikelola oleh Muhammad Noer.
Bidang Membaca
Saya sangat suka membaca, karena itulah saya mendalami kemampuan membaca cepat atau speed reading. Harapannya suatu saat nanti bisa berbagi dengan teman-teman yang lain. Supaya semua orang menjadi lebih gemar membaca dan menjadi pembaca yang lebih cerdas dan produktif dengan membaca cepat
Langganan:
Postingan (Atom)